Selasa, 29 November 2016

RENCANA KEGIATAN HARI XAVERIUS TAHUN 2016 SMP/SMA XAVERIUS 2 JAMBI

seperti tahun-tahun sebelumnya, hari xaverius tahun 2016 berada dalam masa-masa ulangan semester ganjil. hal ini merupakan sesuatu yang harus disikapi dengan penuh kebijaksanaan. jangan sampai peserta didik dirugikan karena terlalu lelah untuk mempersiapkan dan merayakan hari xaverius.
adapun agenda yang akan dilaksanakan di SMP/SMA Xaverius 2 Jambi adalah:
1. kamis, 1 Desember 2016 merupakan hari pertama ulangan semester ganjil. ulangan dimulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 11.30.
2. jumat, 2 Desember 2016 diadakan misa bersama seluruh sekolah xaverius koordinatorat jambi di gereja st. teresia pukul 07.00 sampai selesai. SMP/SMA Xaverius 2 Jambi mendapat tugas parkir dan membawa persembahan (pak himawan dan bu anis)
3. sabtu, 3 Desember 2016 diadakan upacara bendera di sekolah mulai pukul 07.00 sampai selesai. dilanjutkan dengan jalan sehat, dan diakhiri dengan pesta kelas.
4. senin, 5 Desember 2016 melanjutkan ulangan semester ganjil.
5, senin, 19 Desember 2016 pembagian undangan pengambilan raport.
6. selasa, 20 Desember 2016 peserta didik SMA diundang untuk menyaksikan pameran pendidikan di SMA Xaverius 1 Jambi mulai pukul 7.30 sampai selesai.
7. libur antar semester ganjil dan genap adalah tanggal 22 Desember 2016 sampai 2 Januari 2017.
8. 3 Januari 2016 hari pertama semester genap tahun pelajaran 2016/2017.
demikian agenda SMP/SMA Xaverius 2 Jambi diakhir tahun 2016.
berkah Dalem.

KISI-KISI PENDIDIKAN AGAMA KELAS XII SEMESTER GANJIL TP 2016/2017

KISI-KISI ULANGAN SEMESTER GANJIL TP 1617
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
KELAS XII
NO INDIKATOR SOAL
1 syarat umur minimal pernikahan
2 bentuk-bentuk persiapan perkawinan
3 keluarga sebagai karier pokok
4 halangan-halangan pernikahan
5 harapan dalam perkawinan
6 landasan hukum tentang perkawinan
7 sifat indisolubilitas perkawinan
8 sifat monogami perkawinan
9 perkawinan sebagai pilihan hidup
10 bentuk-bentuk pilihan hidup
11 tanggung jawab untuk pendidikan anak
12 syarat pernikahan beda gereja
13 nama lain pernikahan beda gereja
14 nama lain pernikahan beda agama
15 bentuk-bentuk pilihan hidup
16 tujuan hidup membiara
17 kebutuhan dasar dibalik  hasrat manusia
18 sejarah perpecahan gereja
19 pengertian kejujuran
20 prinsip subsidiaritas
21 pengertian egoisme dan individualis
22 konteks masyarakat jaman sekarang
23 dampak positiif kemajuan iptek
24 perbedaan kebiasaan dan kebudayaan
25 bentuk pertolongan Tuhan
26 nilai ekonomis kerja
27 nilai antropologis kerja
28 pengertian konfrontasi diri
29 ciri masyarakat transisi
30 sikap-sikap untuk perubahan diri
31 pengertiaan citra diri
32 pengertian respek
33 pengertian empati
34 pengertian egoisme dan individualis
35 pengertian hedonisme
36 syarat terwujudnya kedamaian dan kesejahteraan
37 sikap-sikap untuk perubahan diri
38 dialog untuk mewujudkan kedamaian
39 penyebab tidak terciptanya keadilan
40 dimensi-dimensi keadilan
41 dimensi keadilan menurut aristoteles
42 keadilan komutatif
43 keadilan distributif
44 kriteria keadilan
45 contoh keadilan distributif
46 bentuk-bentuk ketidakadilan
47 jenis-jenis keadilan
48 makna kerja

KISI-KISI PENDIDIKAN AGAMA KELAS XI

KISI-KISI ULANGAN SEMESTER GANJIL TP 1617
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
KELAS XI
NO INDIKATOR SOAL
1 struktur ibadat
2 bahasa resmi dalam agama
3 ciri gereja perdana
4 doa yang diajarkan Yesus
5 etimologi gereja
6 hakekat gereja
7 konsili vatikan II
8 macam-macam kaul
9 makna sakramen
10 materia dalam doa
11 nama-nama paus
12 pemberi sakramen
13 pengertian apostolik
14 pengertian doa
15 pengertian gereja
16 pengertian katholik
17 pengertian martir
18 pengertian sakramen
19 pengganti petrus
20 peran kaum awam
21 sebutan dalam katekese
22 sebutan umat beragama
23 sebutan untuk gereja
24 sifat doa
25 sifat gereja di jaman sekarang
26 sifat-sifat gereja
27 struktur hierarki
28 sumber kekudusan gereja
29 susunan hierarki
30 tempat ibadah
31 tugas gereja
32 tugas hierarki
33 tugas menguduskan

Senin, 28 November 2016

NEGARA

Pengertian Negara Menurut Definisi Para Ahli 

Ada beberapa pengertian negara yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut...
  • Aristoteles : Menurut Aristoteles, pengertian negara adalah suatu politik yang mengadakan persekutuan dengan tujuan untuk mencapai kehidupa sebaik mungkin.  
  • R. Kranenburg : Menurut R. Kranenburg, pengertian negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa. 
  • Hans Kelsen : Menurut Hans Kelsen yang menyatakan bahwa negara adalah suatu susunan pergaulan hidup besama tanpa adanya suatu paksaan. 
  • Jean Bodin : Menurut Jean Bodin, pengertian negara adalah suatu persekutuan dari keluarga yang dipimin seorang pemimpin yang menggunakan akal sehat dan memiliki kedaulatan. 
  • George Jellinek : Menurut George Jellinek, pengertian negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
  • Hegel : Menurut Hegel yang menyatakan bahwa negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintetis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal. 
  • Roger F. Soltau : Menurut Roger F. Soltau menyatakan bahwa negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat. 
  • Prof. R. Djokosoetono : Menurut Prof. R. Djokosoetono menyatakan negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
  • Prof. Mr. Soenarto : Menurut Prof. Mr. Soenarto yang menyatakan negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, di mana kekuasaan negara yang berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.    
Dari berbagai pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa pengertian negara adalah suatu organisasi yang di dalamnya harus ada sekelompok rakyat yang hidup/tinggal di suatu wilayah yang permanen dan ada pemerintahan yang berdaulat baik ke dalam maupun ke luar untuk mencapai tujuan bersama.

Sifat - Sifat Negara 
Negara adalah suatu bentuk organisasi yang khas, yang menjadikan dirinya berbeda dengan organisasi kemarsyarakatan yang lainnya. Hal ini dilihat dari sifat-sifatnya yang khas atau khusus. Sifat-sifat khusus ini pada hakikatnya merupakan perwujudan dari kedaulatan yang dimiliki negara dan yang hanya tedapat negara saja. Miriam Budiardjo dalam bukunya Dasar-Dasar Ilmu Politik menyatakan bahwa sifat-sifat negara terdapat ada tiga antara lain sebagai berikut,,,
  • Sifat Memaksa : Sifat memaksa dalam negara berarti mempunyai kekuatan fisik secara legal. Sarana untuk melakukan pemaksaan adalah adanya tentara, politik dan alat penegak/penjamin hukum lainnya. Tujuan dari sifat memaksa adalah agar semua peraturan perundang-undangan yang berlaku ditaati sehingga kemanan dan ketertiban dalam suatu negara tercapai. Bagi yang tidak menaati segala peraturan akan diberi sanksi baik berupa hukuman penjara maupun hukum yang bersifat kebendaan/materi, seperti berupa denda. 
  • Sifat Monopoli : Sifat monopoli dalam negara adalah untuk menetapkan tujuan bersama masyarakat. Seperti negara dapat mengatakan bahwa aliran kepercayaan atau partai politik tertentu dilarang hidup dan disebarluaskan karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat dan negara. 
  • Sifat Mencakup Semua: Semua peraturan perundangan-undangan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Jadi, tidak ada seorang pun yang kebal dengan hukum. Hal ini perlu untuk menjaga kewibawaan hukum dan tujuan negara yang dicita-citakan masyarakat dapat dicapai. 
Macam-Macam Fungsi Negara 
Negara dapat dipandang sebagai kumpulan manusia yang hidup bersama untuk mewujudkan tujuan bersama. Setiap negara mempunyai tujuan nasional yang berbeda-beda. Namun, pada hakikatny mempunyai tujuan akhir yang sama, yaitu untuk mewujudkan kebahagian bagi rakyatnya. Antara tujuan negara dan dan fungsi negara terdapat hubungan yang erat. Tujuan negara adalah cita-cita yang hendak dicapai oelh negara. Sedangkan fungsi negara adalah peranan negara untuk mewujudkan cita-cita tersebut.Macam-macam fungsi negara adalah sebagai berikut...  
  • Fungsi keamanan dan ketertiban : Negara memiliki fungsi kemanan dan ketertiban yang mengandung maksud bahwa negara menjaga kemanan dan ketentraman dalam masyarakat, serta mencegah bentrokan antarkelompok atau antarindividu. 
  • Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya : Fungsi ini sngat penting, yakni mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang pada hakikatnya merupakan tujuan negara itu sendiri. 
  • Fungsi pertahanan : Hal ini mengandung maksud bahwa negara berfungsi untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar. Oleh karena itu, negara perlu memiliki alat-alat pertahanan yang kuat dan canggih. 
  • Fungsi keadilan : Hal ini mengandung maksud bahwa negara memperlakukan setiap orang secara adil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
Fungsi negara menurut teori para ahli - Di dalam teori kenegaraan, dikenal beberapa fungsi kekuasaan negara yang utama. Fungsi kekuasaan negara dalam teori kenegaraan adalah sebagai berikut..
a. Trias Politika 
Teori Trias Politika dikemukakan oleh Monstesquieu. Teori ini dibagi menjadi tiga fungsi antara lain sebagai berikut..
  • Fungsi legislatif (membuat undang-undang) 
  • Fungsi eksekutif (melaksanakan undang-undang)
  • Fungsi yudikatif (mengadili pelanggaran terhadap undang-undang)
Setiap fungsi tersebut terpisah satu dengan lainnya. Maksud pemisahan fungsi tersebut adalah sebagai berikut..
  • agar kekuasaan pemerintahan tidak terpusat pada satu tangan saja (raja) 
  • untuk mencegah tindakan sewenang-wenang
  • untuk menjamin adanya kebebasan berpolitik
b. Teori dari John Locke 
John Locke membagi fungsi negara menjadi tiga antara lain sebagai berikut..
      *  Fungsi legislatif (membuat peraturan) 
  • Fungsi eksekutif (melaksanakan peraturan dan mengadili perkara)
  • Fungsi federatif (mengurusi hubungan luar negeri dan urusan yang tidak termasuk dalam fungsi legislatif ataupun eksekutif). 
c. Teori Caturpraja 
Teori caturpraja yang dikemukakan oleh Van Vollenhoven ini terbagi dalam empat fungsi pokok antara lain sebagai berikut..
  • regelling (fungsi perundang-undangan) 
  • bestuur (fungsi pemerintahan)
  • rechtspraak (fungsi kehakiman/mengadili)
  • politie (fungsi kepolisian/ketertiban dan keamanan)
d. Teori Dwipraja 
Teori dwipraja dikemukakan oleh Goodnow. Teori ini terbagi menjadi dua fungsi negara antara lain sebagai berikut..
  • Policy making (fungsi pembentukan haluan negara)
  • Policy executing (fungsi pelaksanaannya dalam mencapai policy making)
Fungsi negara di Indonesia  menggunakna teori Tria Politika. Dalam pengertian pembagian (distribution of power), bukan pemisahan kekuasaan (separation of power) seperti sebagai berikut..
  • Presiden (eksekutif), mengajukan rancangan undang-undang ke pada Dewan Perwakilan Rakyat (Legislatif), termasuk Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
  • Presiden (eksekutif), memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung (yudikatif). 
  • Presiden (eksekutif), memberi amnesti dan abolisi (yudikatif) dengan memperlihatkan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (legislatif). 
  • Presiden (eksekutif) menyatakan perang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (legislatif)
Unsur-Unsur Terbentuknya Negara 
Unsur negara merupakan bagian yang sangat penting dalam terbentuknya negara, tanpa unsur-unsur tersebut negara tidak dapat terbentuk. Unsur-unsur negara dikelompokkan dalam dua macam yaitu secara konstitutif meliputi rakyat wilayah, pemerintahan yang berdaulat, sedangkan yang kedua adalah unsur deklaratif meliputi pengakuan dari negara lain. Unsur-unsur terbentuknya negara adalah sebagai berikut...
a. Rakyat
Rakyat adalah semua orang yang berada di wilayah suatu negara serta tunduk pada kekuasaan tersebut. Negara harus memiliki rakyat tetap. Rakyat merupakan unsur yang sangat penting dari terbentuknya negara, karena rakyat yang merencanakan, mengendalikan, dan menyelenggarakan sebuah negara.  
b. Wilayah 
Wilayah adalah tempat menetapnya atau tempat tinggalnya suatu bangsa atau rakyatnya terhadap suatu negara. Wilayah terdiri dari lautan, udara, daratan, ekstrateritorial, dan batas wilayah negara.
c. Pemerintahan yang berdaulat
Pemerintah yang berdaulat diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas pokok dalam suatu negara. Pemerintahan yang berdaulat mempunya kekuasaan atau kedaulatan ke dalam ataupun kedaulatan ke luar.
  • Kedaulatan ke dalam artinya pemerintah memiliki wewenang tertinggi dalam mengatur dan menjalankan organisasi negara sesuai dengan peraturan perudang-undangan yang berlaku
  • Kedaulatan ke luar, artinya pemerintah berkuasa bebas, tidak terikat dan tidak tunduk kepada kekuatan lain, selain kekuatan-kekuatan yang telah ditetapkan. 
Sifat-sifat kedaulatan negara adalah sebagai berikut...
  • Permanen, artinya kedaulatan negara tersebut tetap ada selama negara tetap berdiri atau ada walaupun ada perombakan organisasi. 
  • Asli, artinya, kedaulatan yang tidak berasal dari kekuasaan yang lebih tinggi, namun asli dari dari negara itu sendiri
  • Bulat/tidak terbagi-bagi, artinya kedaulatan tertinggi yang tidak dapat dibagi-bagi, sehingga terdapat satu kedaulatan
  • Absolut/tidak terbatas, artinya kedaulatan yang tidak dibatasi apapun dan siapapun, tetapi jika dibatasi berarti kedaulatan kekuasaan tertinggi akan hilang 
d. Pengakuan dari negara lain
Pengakuan dari negara lain dipandang dari sudut hukum internasional sangatlah penting sebelum negara baru tersebut menjalin hubungan dengan negara lain. Pengakuan dari negara lain terdapat dua macam antara lain sebagai berikut..
  • Pengakuan de facto adalah pengakuan berdasarkan kenyataan bagi negara baru yang telah memenuhi unsur konstitutif
  • Pengakuan de jure adalah pengakuan terhadap sah berdirinya suatu negara menurut hukum internasional. 
Contoh pengakuan secara de jure pada bangsa Indonesia 
  • Inggris pada tanggal 31 Maret 1947
  • Amerika Serikat pada tanggal 17 April 1947
  • Uni Soviet pada tanggal 26 Mei 1948 (sekarang negara Rusia)
  • Belanda pada tanggal 27 Desember 1949

PENGERTIAN NEGARA

Secara etimologis, istilah “Negara” berasal dari terjemahan bahasa asing, yaitu staat (Belanda dan Jerman) dan state (Inggris). Kata staat maupun stateberasal dari bahasa Latin, yaitu status atau statum yang artinya menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat bersiri, atau menempatkan. Kata status juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjuk pada tegak dan tetap. Sementara itu, Nicholo Machiavelli memperkenalkan istilah la stato dalam buku II Principe. Ia mengartikan Negara sebagai kekuasaan yang mengajarkan bagaimana raja memerintah dengan sebaik-baiknya.
Kata “Negara” yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu nagari atau nagara yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Nama-nama yang memakai kata Negara biasanya hanya khusus untuk kepala Negara atau orang-orang tertentu yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pemerintah Negara. Hal ini sudah dipraktikan pada masa Kerajaan Majapahit abad XIV., seperti telah tertulis dalam buku “Nagara Kartagama” karangan Mpu Prapanca (1365). Dalam buku tersebut, dijelaskan tentang pemerintahan Majapahit yang menghormati unsure musyawarah. Di samping itu, dijelaskan pula hubungan antara Majapahit dan Negara-negara tetangga serta hubungan antardaerah dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Berdasarkan beberapa pengertian dapat disimpulkan bahwa Negara merupakan:
a.      Organisasi kekuasaan yang teratur.
b.      Organisasi yang mempunyai kekuasaan yang memaksa dan memonopoli.
c.       Suatu organisasi untuk mengurus kepentingan bersama dalam masyarakat.
d.      Persekutuan yang mempunyai wilayah tertentu dan dilengkapi dengan alat perlengkapan Negara.

Minggu, 27 November 2016

KISI PPKn KELAS X TAHUN PELAJARAN 2016/2017

NO INDIKATOR SOAL
1 pengertian HAM
2 pasal dalam UUD 45 yang mengatur tentang HAM
3 peran pemerintah dalam penegakan HAM
4 pelaksana politik apartheid
5 lembaga yang mengembangkan HAM di Indonesia
6 faktor penghambat HAM
7 peran masyarakat dalam penegakan HAM
8 peran siswa dalam penegakan HAM
9 pelanggaran HAM dalam keluarga
10 tujuan penyelesaian kasus HAM melalui peradilan
11 pelaksanaan deklarasi HAM di dunia
12 penerapan trias politika di indonesia
13 tujuan negara Indonesia termuat dimana
14 pertanggungjawaban kementrian di Indonesia
15 pertanggungjawaban kapolri
16 sistem pemerintahan di Indonesia
17 fungsi membentuk dan membuat undang-undang
18 nama-nama kabinet di Indonesia
19 kekuasaan yang terkait dengan hukum
20 kementrian koordinator di Indonesia
21 landasan hukum pembentukan kementrian
22 pembagian kekuasaan di Indonesia
23 unsur pembentuk bangsa
24 etimologi negara
25 pengertian penduduk
26 pengertian warga negara
27 batas laut teritorial
28 pengakuan terhadap suatu negara
29 unsur deklaratif pembentukan negara
30 wilayah laut 200 mil
31 rakyat dalam hubungannya dengan wilayah
32 rakyat dalam hubungannya dengan pemerintah
33 tugas negara
34 tujuan negara berdasar pandangan tokoh
35 fungsi federatif dari negara
36 pengertian status dalam etimologi negara
37 isi UU No. 12 tahun 2006
38 UU yang mengatur tentang wilayah udara
39 batas wilayah indonesia dengan india
40 isi pasal 29 UUD 45
41 etimologi agama
42 isi pasal 25A UUD 45
43 batas indonesia dengan timor leste
44 isi pasal 31 UUD 45
45 pasal yang mengatur tentang kedudukan TNI dengan presiden
46 isi UU No. 2 tahun 2002
47 kesepakatan batas laut Indonesia dengan Australia
48 perbedaan penduduk dan warga negara
49 batas wilayah Indonesia
50 UU yang mengatur tentang kementrian
51 demokrasi terpimpin di Indonesia
52 masa pemerintahan orde baru
53 pengertian pemerintah

Sabtu, 10 September 2016

DIKLAT GURU AGAMA YAYASAN XAVERIUS PALEMBANG KOORDINATORAT JAMBI-KA.TUNGKAL

MENJADI GURU AGAMA YANG HANDAL DI ERA DIGITAL

Jambi- Pada hari Sabtu, 10 September 2016 sampai dengan Senin, 11 September 2016 bertempat di Ruang Audio Visual SMP/SMA Xaverius 1 Jambi, Lima belas orang guru agama yang berkarya di TK/SD/SMP/SMA Xaverius 1 dan 2 Jambi mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk menjadi Guru Agama yang Handal di era digital. Diklat ini didampingi oleh Rm. Hardiyanto, seorang dosen dari Universitas Sanata Dharma, yang sangat ahli dalam katekese dengan pemanfaatan sarana Teknologi Informatika.
materi yang disampaikan dalam diklat tersebut adalah:
1. Tantangan dan Ajaran Gereja (Inter Mirifica) menanggapi Era Digital dan Budaya Digital.
2. Sharing pengalaman pribadi dan pengalaman mengajar agama berkaitan dengan era digital dan budaya digital dewasa ini dan refleksinya.
3. Katekese menanggapi Era Digital.
4. Menjelajah laman guna mencari, mengambil dan menyimpan materi dan menatanya secara sistematis.
5. praktek mencari, mengambil materi dari internet dan menyimpannya secara mandiri.
6. install alkitab elektronik, YTD, dan Mind Manager.
7. Variasi Presentasi PowerPoint.
8. presentasi terhadap powerpoint yang sudah dibuat.
9. Mind Manager
10. Membuat presentasi Mind Manager.
11. Presentasi Mind Manager dan Pemantapan
12. Install Aplikasi untuk HP Android.
13. Buat alamat e-mail pada Google.com
14. Upload Video pada Youtube.
15. Pemanfaatan NCH Video Editor
16. Praktek Pemanfaatan Video Editor
17. Presentasi hasil kerja dengan Video Editor sekaligus Pemantapan
18. Rencana Tindak Lanjut.
pada awal pelatihan, Romo Hardiyanto mengatakan bahwa diklat kali ini seperti orang yang belajar naik sepeda. belajar naik sepeda itu bukan hanya sekedar menguasai teori, tetapi harus berhadapan dan naik sepeda itu. oleh karena itu, karena pelatihan ini berkaitan dengan Menjadi Guru Agama yang Handal di Era Digital lewat pemanfaatan Gadget dan Penyiasatan Budayanya, maka Romo Hardiyanto mewajibkan guru yang ikut pelatihan untuk membawa Laptop dan Android.
pelatihan seperti ini memang sangat bermanfaat untuk para katekis atau guru agama yang sedang hidup di era digital, supaya pewartaan yang disampaikan menarik dan membumi.
terima kasih untuk Rm. Hardiyanto

tm sept 2016