Senin, 11 Juni 2012

TEOLOGI SAPU TANGAN

Karya Penyelamatan Allah melalui dan dalam Yesus Kristus memang sesuatu yang unik dan khas. salah satu penemuan tentang Karya Penyelamatan itu digambarkan dengan teologi sapu tangan.
yang dimaksud teologi sapu tangan adalah penggambaran dunia yang seperti sapu tangan (karena pada masa lalu dunia memang digambarkan datar bukan bulat seperti sekarang ini).
pada masa lalu, Allah selalu menyapa dan mengingatkan manusia melalui para nabi, namun ternyata banyak yang tidak didengar. maka Allah memutuskan mengutus AnakNya sendiri ke Dunia, yaitu Yesus.
maka Yesus pun hadir di dunia, yang digambarkan seperti sapu tangan tersebut. selama lebih kurang 3 tahun Yesus berkarya di dunia, sampai akhirnya Dia ditangkap, didera, disalibkan, dan akhirnya wafat. pada saat wafat dia turun ke dunia kematian / dunia bawah. kalau dalam gambaran sapu tangan, Dia berada di bawah sapu tangan.
pada hari ketiga Dia bangkit atau naik ke surga, yang dilambangkan dengan dunia atas. pada saat Dia naik, Dia membawa sapu tangan (gambaran dunia) ke atas. pada saat itu, ada yang berpegangan di sapu tangan dan ada yang tidak mau berpegangan. yang berpegangan di sapu tangan adalah orang yang percaya dan mempercayakan diri pada Allah dalam Yesus Kristus, sehingga akhirnya dihantarkan ke keselamatan (Allah di surga) sedangkan yang tidak berpegangan berarti memilih untuk jatuh dalam kedosaan atau tidak terselamatkan.
demikian gambaran teologi sapu tangan dari almarhum Romo Tom Jacob, SJ pada saat memberikan kuliah tentang KRISTOLOGI di Fakultas Teologi Wedabhakti - Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar