Selasa, 17 Juli 2012

GODAAN MENGINCAR, TUHAN MENOLONG


PENDIDIKAN RELIGIOSITAS
SMA XAVDA JAMBI
KELAS XII

BAB I
GODAAN MENGINCAR, TUHAN MENOLONG


KOMPETENSI DASAR
Memahami bahwa godaan mengincar kehidupan dan Tuhan menolong manusia untuk mengatasi.

INDIKATOR PENCAPAIAN HASIL BELAJAR
1.    Mengidentifikasi macam-macam godaan
2.    Mendeskripsikan arti godaan
3.    Mengidentifikasi cara Tuhan menolong manusia mengatasi godaan.
4.    Memahami dan melaksanakan cara-cara menghadapi godaan

LANDASAN PEMIKIRAN
Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan tentu ada konsekuensinya masing-masing. Dalam menentukan suatu pilihan, tentu ada kriteria tertentu yang dibuat oleh seseorang, tergantung pada nilai-nilai yang dia perjuangkan.
Seandainya manusia diberi pilihan antara hidup nikmat atau hidup sengsara, pasti orang banyak yang memilih hidup nikmat. Seandainya ada pilihan lanjutan, yaitu hidup nikmat dengan cara instan atau melalui proses, mungkin orang baru akan berpikir agak mendalam. Untuk orang-orang yang tidak mau susah-susah, tentu mereka akan memilih jalan pintas atau instan, misalnya: korupsi, penipuan, keserakahan, pelacuran, bahkan menjual kehormatan diri.
Orang diberi berbagai tawaran, kemudahan, dan fasilitas yang menarik yang menyebabkan orang jatuh ke dalam godaan. Godaan adalah tawaran yang membuat orang mencapai tujuannya dengan cara yang pintas dan bertentangan dengan ajaran agama. Godaan biasanya menyerang seseorang melalui kelemahan masing-masing pribadi, misalnya: seorang yang ingin punya banyak uang tetapi dia malas bekerja. Melalui sisi kemalasanlah godaan menawarkan tindakan mencuri. Seseorang yang kurang belajar tetapi ingin mendapatkan nilai bagus, maka godaan yang ditawarkan adalah nyontek.
Dengan adanya kelemahan-kelemahan diri manusia, seseorang cenderung lari dari perjuangan hidup dan kesulitan hidupnya. Mereka ingin melepaskan diri dari belenggu kesengsaraan tetapi dengan jalan pintas.
Aneka godaan dapat dikelompokkan menjadi:
a.    Godaan yang bersifat kenikmatan dan kemewahan, misalnya: mencuri, berbohong, berjudi, melihat gambar atau film porno, mencari kepuasan badani atau seksual, narkoba, minuman keras, dsbnya.
b.    Godaan yang bersifat kekuasaan, misalnya: menindas, mengintimidasi, menakuti-nakuti atau berperilaku seperti preman.
c.    Godaan yang bersifat kehormatan, misalnya: sombong, angkuh, meremehkan orang lain, merasa tidak butuh Tuhan, dsbnya.
Godaan apabila diikuti akan menjerumuskan seseorang dalam dosa atau penderitaan di kemudian hari. Untuk itu, sebagai kaum muda anda harus mampu menolak godaan yang senantiasa menghampiri anda. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi godaan adalah:
1.    Bersikap tegas, artinya sikap menolak tanpa kompromi terhadap godaan, berani dan tanpa ragu-ragu untuk melangkah. Jadi bersikap tegas lebih dalam artian mampu membuat keputusan untuk menolak godaan.
2.    Berprinsip, artinya orang memiliki nilai ideal yang dia perjuangkan. Dengan prinsip yang dia pegang, seseorang akan mampu membuat susunan prioritas utama yang hendak diambil berdasarkan fakta yang sudah dipertimbangkan.
3.    Bersikap kritis, artinya mempertanyakan unsur-unsur yang ada dalam tawaran tersebut, peka dan hati-hati, sehingga keputusan yang diambil tidak akan merugikan.
4.    Bersikap rendah hati, artinya menerima masukan dari orang lain, meski hal itu menyakitkan sekalipun agar kita tidak terlalu larut dalam godaan.
5.    Mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, artinya orang mendekatkan diri kepada Tuhan yang senantiasa mencintai manusia dan tidak menginginkan manusia jatuh dalam kesengsaraan. Cara yang ditawarkan misalnya: berdoa, membaca dan mendengarkan bacaan Kitab Suci, berpuasa, dsbnya.
Semua agama menyatakan bahwa godaan akan menyengsarakan dan membinasakan manusia. Namun Tuhan tidak akan membiarkan manusia jatuh dalam godaan dan menjadi berdosa. Tuhan senantiasa mendekati dan mengingatkan manusia untuk menjauhi godaan dan tidak mengikutinya, namun toch akhirnya hidup adalah pilihan, jadi semuanya tergantung pada pribadi yang bersangkutan.
Tuhan memberi tanda berupa suara hati atau hati nurani bagi manusia dalam menjalankan pilihan yang sudah ditentukan. Apabila seseorang merasa cemas, takut, dan merasa bersalah berarti ada yang tidak benar dengan pilihan yang dia buat. Inilah salah satu cara Tuhan membantu manusia dalam mengatasi godaan. Akankah kita masih mau mendengarkan dan mengikuti suara hati kita? Jika ya berarti kita masih menganggap Tuhan ada.

REFLEKSI
1.    Apa godaan terbesar yang anda hadapi sebagai seorang remaja?
2.    Bagaimana usaha yang anda lakukan untuk menolak supaya anda tidak jatuh dalam godaan? Atau seandainya anda sudah jatuh dalam godaan tersebut, apa usaha yang anda lakukan supaya dapat keluar dari godaan tersebut?
3.    Siapa saja yang membantu anda dalam menghadapi godaan?

PANDANGAN AGAMA
  1. Agama Buddha
Godaan yang muncul dalam hidup manusia biasanya dalam wujud harta benda. Namun manusia tidak boleh hanyut di dalamnya, karena benda itu tidak kekal (anicca), penderitaan (dukkha), tidak mempunyai jati diri (anatta). Manusia yang lekat pada harta benda akan mengalami penderitaan. Untuk itu seseorang diajak untuk mengembangkan metta atau kasih sayang dan karuna atau belas kasih.
  1. Agama Katolik
Manusia dalam hidup bersama harus saling melengkapi satu dengan yang lain, maka apabila ada seseorang yang mengambil dengan paksa milik orang lain, tentu ada pihak yang dirugikan. Hal ini akan membawa perubahan terhadap gambaran tentang Allah. Maka seseorang dituntut untuk bertobat, kembali kepada Allah, bahwa Allah memberikan kepada semua orang dengan adil. Dengan demikian dia akan mendapatkan gambaran bahwa Alllah sungguh berbelas kasih kepada manusia.
  1. Agama Islam
Manusia digoda setan melalui beberapa jalan, antara lain: ambisi yang berlebihan dan prasangka buruk terhadap Tuhan, gemerlap duniawi, merasa lebih dari orang lain, memperkecil dosa, riya. Melalui hal-hal tersebut seseorang diminta kewaspadaannya supaya tidak jatuh dalam godaan.
  1. Agama Kristen
Kisah jatuhnya manusia dalam dosa (kejadian 3:1-24) menjadi bahan refleksi agar manusia senantiasa waspada. Adapun yang digunakan setan penggoda adalah: membangkitkan keraguan, memutarbalikkan Firman Tuhan, membangkitkan keinginan untuk menyamai Allah.
  1. Agama Hindu
Sikap awidya atau kurang bijaksanalah yang membuat manusia jatuh dalam godaan dan terikat pada harta benda. Dengan bersujud pada Sang Hyang Widi, manusia akan dituntun ke jalan yang lurus hingga sempurna sila dan budinya.
  1. Agama Khonghucu
Hati manusia senantiasa rawan. Dengan mengikuti watak sejatinya, manusia tidak akan jatuh dalam godaan. Tian akan memberikan rahmat bahagia tanpa batas kepada yang tidak menduakanNya.

LATIHAN SOAL
  1. Sebutkan macam-macam godaan!
  2. Apa pengertian godaan?
  3. Bagaimana cara menghadapi godaan supaya tidak terjerumus ke dalamnya?
  4. Bagaimana Tuhan membantu manusia untuk terlepas dari godaan?
  5. Bagaimana pandangan agamamu tentang godaan dan cara mengatasinya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar