Senin, 16 Juli 2012

PENGHAYATAN, UNGKAPAN, DAN PERWUJUDAN IMAN UMAT BERAGAMA


PENDIDIKAN RELIGIOSITAS
SMA XAVERIUS 2 JAMBI
KELAS XI

BAB  1
PENGHAYATAN, UNGKAPAN, DAN  PERWUJUDAN IMAN UMAT BERAGAMA

KOMPETENSI DASAR
Memahami penghayatan, ungkapan, dan perwujudan iman umat beragama.

INDIKATOR
1.       Mengidentifikasi ciri-ciri umat beragama
2.       Menjelaskan arti menghayati iman
3.       Menjelaskan arti ungkapan iman
4.       Menjelaskan arti perwujudan iman
5.       Menyebutkan contoh ungkapan iman dalam agama
6.       Menyebutkan contoh perwujudan iman umat beragama
7.       Merencanakan dan melaksanakan tindakan perwujudan iman
8.       Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perwujudan iman

LANDASAN TEORI
Sebagian besar umat manusia memeluk suatu agama. Dalam proses beragama dimulai dengan adanya  pengenalan akan Tuhan. Tuhan dalam memperkenalan DiriNya melalui bermacam-macam cara. Proses Tuhan yang memperkenalkan diriNya dan menyapa manusia disebut pewahyuan. Jadi wahyu adalah sapaan Tuhan kepada manusia atau Allah yang menyatakan  diriNya pada manusia. Pewahyuan Allah terjadi melalui Kitab Suci, makluk ciptaanNya, peristiwa hidup dan peristiwa alam. Hal ini terjadi karena Allah hadir secara transenden (yaitu Allah yang mengatasi segala-galanya) dan imanen (yaitu Allah hadir dalam makluk ciptaanNya). Dalam segala peristiwa Tuhan berkehendak baik bagi manusia. Tuhan menghendaki manusia beroleh kebahagiaan dan keselamatan. Maka, yang ditawarkan agama adalah kebahagiaan dan keselamatan. Dengan tawaran Tuhan yang seperti itu, diharapkan manusia menanggapinya. Tanggapan manusia inilah yang disebut iman. Manusia diberi tawaran kebahagiaan dan keselamatan karena Tuhan memang mencintai manusia. Apabila manusia merasakan di dalam hatinya tantang cinta Tuhan ini, maka dia mempunyai penghayatan iman. Jadi penghayatan iman adalah sesuatu yang dirasakan dalam hati manusia barkaitan dengan cintanya pada Tuhan. Setelah manusia merasakan cinta Tuhan, kemudian manusia mengungkapkan apa yang dirasakannya tersebut dalam kata-kata yang dia ucapkan. Pengungkapan iman ini paling nampak dalam kegiatan doa, terutama pada saat dia mengucapkan syahadat atau pokok kepercayaannya. Setelah dia mengungkapkan cintanya pada Tuhan, maka dia dituntut untuk membuktikan cintanya tersebut dalam tindakan sehari-hari, misalnya dia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan melalui ajaran agama dalam kehidupannya sehari-hari, menunjukkan kasih kepada sesamanya karena Tuhan juga hadir dalam diri sesama (ingat tentang transendensi Allah), dan dalam tindakan-tindakan lain yang menyenangkan hati Allah. Ketiga hal tersebut, yaitu penghayatan, pengungkapan, dan perwujudan iman merupakan satu kesatuan yang harus sejalan, artinya apa yang dia lakukan sesuai dengan yang dia katakan, dan apa yang dia katakan sesuai dengan yang dia rasakan.
Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tidak semua manusia memiliki kesatuan iman tersebut, maka ada tiga tingkatan kehidupan umat beragama, yaitu: 1) Ritus : orang menjalankan kegiatan keagamaan sejauh merupakan kewajiban belaka, misalnya: orang kristen hari minggu wajib ke gereja, orang islam hari jumat wajib ke masjid, orang buddha ke vihara, dan lain-lain. Intinya masih dalam tataran sekedar menjalankan kewajiban. Motivasinya untuk mendapatkan status aman sebagai orang yang di cap beragama. 2) Devosi: orang menjalankan kegiatan keagamaan karena ada yang dimauinya, atau dapat dibahasakan ada udang di balik bakwan. Artinya orang berdoa karena adanya suatu permohonan belaka. Kecenderungan orang dalam tahap ini ketika berdoa, isi doanya permohonan terus tanpa ada rasa syukur atau terima kasih. 3) Spiritualitas: orang menjadikan ajaran dan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari kehidupannya. Orang dalam tahap ini akan menampilkan diri sebagai orang yang baik secara otomatis dalam kehidupannya, sehingga setiap orang yang bertemu dengan orang ini akan merasa damai, nyaman, dan tentram. Dia akan membawa semangat baru dalam kehidupan bersama dengan orang lain.
Penghayatan iman seseorang merupakan motivasi, pendorong, dan landasan dari sikap seseorang untuk melakukan sesuatu dalam relasinya dengan Tuhan. Semakin dalam penghayatan iman seseoang, semakin tinggi pula tingkat kehidupan keagamaannya. Seseorang yang berada dalam tahap spiritualitas misalnya, karena dalamnya cinta pada Tuhan, maka dia akan mampu menumbuhkan harapan dan kegembiraan dalam diri sesamanya, karena dia berbuat sesuatu kepada sesamanya seakan-akan dia melakukan itu untuk Tuhan yang dia rasakan begitu mencintainya.
Melalui proses pendidikan ini anda diharapkan dapat mengembangkan tiga hal, yaitu: iman, ilmu, dan amal. Iman artinya anda semakin didorong untuk menghayati cinta Tuhan kepada anda; ilmu artinya anda semakin memahami kehendak Tuhan melalui ajaran agama; dan amal artinya anda mampu menerapkan dan mewujudkan apa yang anda imani dan anda ketahui dalam kehidupan sehari-hari bersama dengan teman, keluarga, dan masyarakat.

REFLEKSI PRIBADI
  1. Dari mana aku bisa mengenal adanya Tuhan dan kemudian beragama?
  2. Sampai tahap apa kehidupan keagamaanku saat ini?
  3. Apa yang akan kulakukan supaya kehadiranku bisa menumbuhkan harapan dan kegembiraan bagi sesama?

PANDANGAN AGAMA-AGAMA
  1. Agama Islam
Orang Islam menyadari bahwa dalam harta kekayaan yang dimilikinya terdapat hak kaum fakir miskin. Kesadaran ini mendorong umat Islam untuk berbagi dengan sesamanya dalam tindakan zakat, amal, infaq, dan sedekah. Berzakat, beramal, dan bersedekah merupakan ciri orang yang muttaqin, yaitu orang yang bertakwa kepada Allah.
Beriman tidaknya seseorang dapat dilihat dalam sikap perilakunya sehari-hari. Seseorang sungguh beriman kalau selama hidupnya senantiasa bertakwa kepada Allah dan berbuat baik kepada sesamanya.
  1. Agama Buddha
Dhammasala atau dharmasala adalah tempat pujabakti dan pembabaran dharma. Seseorang untuk dapat mencapai nibbana tidak cukup hanya menjalankan pujabhakti saja, namun dia juga dituntut untuk menjalankan sila dan mengembangkan samadhi.
Dalam agama buddha ada dua macam pujabhakti, yaitu: 1) amisa puja artinya menghormat dengan menggunakan materi atau benda,misalnya: lilin, cendana, dan dupa. 2) patipati puja artinya orang menghormat dengan melakukan ajaran / dharma, mempraktekkan sila, samadhi, dan panna.
  1. Agama Hindu
Bhakti bukan pertama-tama untuk mendapatkan pahala. Dalam doa orang diajak untuk menemukan kebebasan dari duka, terlepas dari kesombongan, pengendalian pikiran, menghalangi nafsu, dan kasih yang lebih dalam kepada sesama.
  1. Agama Katolik
Dalam agama katolik ada aksi puasa pembangunan (APP) yaitu kebiasaan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi dengan orang yang berkekurangan dan hal itu nanti disatukan dengan korban Kristus dalam ekaristi.
Gereja adalah persekutuan orang beriman. Komunikasi iman dalam gereja diwujudkan dalam pengajaran (katekese) dan perayaan.
  1. Agama Kristen
Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati (yakobus 2:14-26). Tuhan Yesus mengajarkan bahwa orang yang percaya kepadaNya harus melakukan seperti yang Dia ajarkan, yaitu dalam kesediaan untuk merendahkan diri, melayani, dan menghormati mereka yang tersingkirkan.
  1. Agama Khonghucu
Tujuan umat beragama khonghucu adalah menjadi kuncu, yaitu orang yang memiliki moralitas mendekati nabi. Dengan moralitas yang demikian tinggi, maka dalam kehidupan sehari-hari tentu saja dia akan melaksanakan ajaran agama dengan baik.

LATIHAN SOAL
  1. Sebutkan ciri-ciri orang beriman dan beragama!
  2. Apa yang dimaksud dengan penghayatan iman?
  3. Apakah pengertian dari pengungkapan iman?
  4. Apakah pengertian perwujudan iman?
  5. Bagaimanakan pengungkapan dan perwujudan iman dilaksanakan dalam agamamu masing-masing?
  6. Bagaimana hubungan antara penghayatan, pengungkapan, dan perwujudan iman?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar