Senin, 06 Oktober 2014

Riwayat Fransiskus Xaverius

ST. FRANSISKUS XAVERIUS

Fransiskus lahir di Istana Xavier, Spanyol pada tanggal 7 April 1506. Orang tuanya adalah bangsawan kaya dan lingkungan hidupnya terpelajar. Tidak mengherankan kalau dia dapat melanjutkan studinya sampai di Universitas Paris. Dia memiliki cita-cita menjadi orang yang terkenal untuk mengejar kebahagiaan duniawi, namun ternyata Tuhan berkehendak lain, Ia menjadikannya sebagai UtusanNya yang setia.
Pada waktu belajar di Paris, Fransiskus berteman dengan Ignatius dari Loyola. Ignatius adalah mantan tentara yang sedang menjalani masa tobatnya. Dia saat itu mengalami cedera yang berakibat menjadi pincang kakinya. Ignatius sudah mengalami kekecewaan akibat mengejar kesenangan duniawi dengan menjadi tentara biasa, makanya dia menginginkan menjadi sesuatu yang luar biasa, yaitu menjadi Tentara Kristus.
Pengalaman Ignatius ini menjadi bahan pembelajaran bagi Fransiskus yang pada mulanya menginginkan kebahagiaan duniawi. Fransiskus sangat tergugah dengan nasihat Ignatius yang mengatakan: “Apakah gunanya orang mendapat seluruh dunia, kalau dia kehilangan jiwanya.” Akhirnya Fransiskus mengubah haluan hidupnya. Dia pun ingin menjadi Hamba Tuhan yang gigih. Ignatius dan Fransiskus kemudian ditahbiskan menjadi Imam pada tahun 1534 dan 1537. Mereka mendirikan kelompok Imam yang disebut Ordo Serikat Yesus atau sering dikenal dengan sebutan Imam SY. Mereka memilih tugas untuk menjadi misionaris di daerah dunia Timur yang belum tersentuh oleh Kabar Gembira Injil. Mereka membela rakyat kecil, lebih-lebih yang terjajah sehingga mereka mudah menarik simpati rakyat.
Perjalanan misi Fransiskus adalah: tahun 1541 dia berlayar ke India. Tahun 1545 ke Malaka dan ternyata sudah ditunggu oleh orang-orang yang sudah mendengar namanya. Tahun 1546 Fransiskus ke Indonesia, khususnya di Ambon dan Maluku. Dia tinggal di Pulau Seram selama 4 bulan, ternate selama 3 bulan, Morotai dan Halmahera selama 2 bulan. Di sana, Fransiskus berhasil mengubah kebiasaan buruk dan perbuatan jahat yang sering dilakukan masyarakat. Para pelaut dan masyarakat sangat hormat dan suka mendengar khotbah Fransiskus. Pada tahun 1549 dia berlayar ke Jepang. Tahun 1552 dia ingin masuk ke negeri yang sangat tertutup, yaitu Tiongkok. Lama dia terkatung-katung di lautan. Akhirnya karena sakit yang sangat parah, Fransiskus meninggal di sebuah pulau kecil bernama Pulau Sancia pada tanggal 3 Desember 1552.
Karena keteladanan hidupnya, Gereja Katolik memberi gelar Santo kepada Fransiskus Xaverius dan menjadikan dia sebagai Pelindung Misi.

Demikian riwayat hidup Fransiskus Xaverius.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar